By Ling

Who Am I? - Cabin Fever Mental Breakdown (untranslated)

Secara nyata, saya merupakan seorang manusia. Seorang manusia memiliki martabat yang setara dengan manusia lainnya, Namun, saya tidak ingin menggunakan cap lain untuk memaknai diri sendiri karena saya merasa hal tersebut dapat menjadi suatu kurungan bagi diri sendiri. Saya ingin melakukan apa yang saya mampu lakukan tanpa harus memaknai diri dengan label apapun. Walaupun sederhana, sebagai seorang manusia, saya bersyukur dapat bergerak, bernalar, dan berbahasa. Saya merupakan seseorang yang telah mendapatkan pendidikan, sehingga saya dapat membaca, menulis, dan berhitung. Saya juga bersyukur untuk hal itu. Sebagai seorang individu, saya dapat menggambar dan bermain biola. Namun, kegiatan ini tidak jauh unik dibandingkan kegiatan lainnya. Setidaknya hal ini dapat saya lakukan sendirian sehingga tidak mengambil ataupun mengganggu waktu orang lain.

Sekarang saya berada di muka bumi. Saya masih dapat merasakan udara yang segar dan matahari yang bersinar. Walaupun saya terkurung di rumah, setidaknya saya memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman. Semua kemampuan yang saya miliki terpaksa saya kembangkan dari rumah karena sekarang merupakan masa pandemi. Mungkin masa ini akan berlanjut hingga ke depannya, sehingga saya, dan kita, mungkin harus belajar untuk hidup berdampingan dengan virus ini. Mungkin saya harus tetap melakukan semua hal ini dari rumah.

Sekarang saya ada karena saya dilahirkan. Mungkin saya dilahirkan karena ibu saya menginginkan seorang anak. Saya masih ada karena saya masih diperbolehkan untuk hidup. Mungkin Tuhan masih memiliki rencana untuk saya. Saya tidak tahu kapan saya akan pergi jadi saya ingin mengembangkan kemampuan saya sebaik mungkin sehingga tidak menyesal. Sekarang saya sehat-sehat saja. Saya masih memiiki alat tubuh yang lengkap dan fungsional, dan saya masih memiliki suatu kesadaran, karena ini saya masih dapat melakukan apa yang saya lakukan.

“Hari inilah pekerjaan baikmu dapat dilakukan dan bukan besok atau tahun depan” – Anonim

#liquor-cerebri #life

#life #liquor-cerebri