By Ling

Bagaimana Manusia Bertuhan: Catatan Mata Kuliah Agama (untranslated)

Agama dapat diartikan sebagai usaha pencarian Tuhan yang dilembagakan oleh manusia. Dengan ini, keberadaan suatu agama berbeda dengan esensinya. Agama pada intinya merupakan suatu usaha untuk mencari Tuhan, sedangkan perbedaan keberadaan agama ada karena keragaman pemahaman mengenai Tuhan. Aspek dari agama adalah keyakninan, yakni suatu pengimanan teguh oleh penganutnya, dan bersifat afektif dan adapt dirasakan, kepercayaan yang merupakan pemahaman yang suatu penganut miliki mengenai Tuhannya, dan bersifat kognitif, dan psikomotorik karena pengikut bertindak sesuai kepercayaan yang ia pengang teguh, peluk, dan anut.

Walaupun di dalam Alkitab sebagai pedoman kita tidak tertulis perintah secara langsung untuk membentuk agama, orang-orang yang mengikuti ajaran Kristus lama-kelamaan membentuk suatu persekutuan yang oleh orang lain disebut Kristen, karena setiap hal membutuhkan penamaan untuk dapat diidentifikasi. Seiring waktu juga, kelompok ini berkembang menjadi agamanya sendiri. Dengan bertambahnya jumlah pengikut, jika semua terkumpul begitu saja tanpa suatu pembagian yang jelas, dapat terjadi ketidakteraturan. Karena ini, dibentuk lembaga-lembaga gereja untuk menciptakan keteraturan untuk mempermudah pengorganisasian, walaupun tidak pernah tertera perintah untuk membentuk gereja dalam Alkitab sehingga perbedaan denominasi dan asal gereja tidak harus menjadi sumber keributan.

Dalam agama Kristen, terdapat prinsip Allah Tritunggal. Allah sendiri memiliki berbagai panggilan termasuk Yahweh, Tuhan, Kota Benteng, Gunung Batu, Perisai, dan sebagainya, disebabkan identitas Tuhan yang tritunggal, yakni tiga dalam satu, dan satu dalam tiga yang terdiri dari Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Karena universe Tuhan jauh lebih besar dari milik kita sendiri, hal ini menjadi sebab identitas tersebut, dan karena kemahabesaran-Nya, kita sebagai makhluk yang lebih kecil patut merendahkan hati untuk percaya karena Tuhan juga memang memerhatikan kita walaupun dalam perbandingan manusia dengan alam semesta, kita sangat kecil sehingga dengan mudahnya dapat diabaikan.

Bukti yang memperkuat identitas Tritunggal Allah tertera dalam Alkitab, dengan beberapa contoh sebagai berikut:

Kejadian 1:26 – Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Yohanes 16: 5 – tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?

Yohanes 16:7 – Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Yohanes 1:1–3 – Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Yohanes 17:5 – Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

ada Kejadian 1:26, Kata ‘Kita’ dalam kutipan tersebut menunjukkan bahwa Allah merupakan lebih dari satu, dan bukan hanya satu ‘Aku’. Hal ini diperkuat oleh Yohanes 1:1–3 dengan hubungan ganda antara Allah dengan Firman, yang menandakan bahwa Allah bukan identitas yang tunggal.

Yang terdiri dari ‘Aku’ tersebut terdapat dalam Yohanes 16: 5 dengan ‘Aku’ yang mengarah kepada Yesus sebagai pembicara dalam kutipan tersebut, dan dalam Yohanes 1:1 sebagai yang merupakan Firman sebab Yesuslah yang nantinya dilahirkan ke dunia untuk memenuhi Firman tersebut, dan ‘Dia yang telah mengutuskan Aku’ sebagai Allah Bapa yang telah mengutuskan Yesus untuk memasuki dunia, dan dalam Yohanes 1:1 sebagai yang menciptakan Firman tersebut lewat pengutusan Yesus Kristus ke dunia. Akan tetapi hal ini bukan berarti Tuhan Yesus belum ada sebelum dunia muncul. Sebagai bukti bahwa Yesus sudah ada bersama dengan Allah Bapa sebelum dunia tertulis dalam Yohanes 17:5 serta Yohanes 1:2. ‘Penghibur’ dalam Yohanes 16:7 yang diutuskan oleh Yesus adalah Roh Kudus yang berperan untuk menggantikan peran Yesus saat Ia sudah naik ke surga.

Allah Bapa sendiri berperan sebagai Pencipta yang sejati, kekal, dan berkualitas unggul, seperti tertera pada Yohanes 1:3, dan sepanjang Kejadian 1 lewat karya-Nya. Kita sebagai ciptaan-Nya juga harus mengikuti sifat-Nya lewat menjadi makluk pekerja, berkarya sejati dan dapat membangun kehidupan yang inovatif. Allah Putra, atau Yesus, merupakan Anak dari Bapa yang diutuskan ke dunia untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Allah karena sebegitu besar kasih-Nya kepada kita. Manusia sudah jatuh ke dalam dosa, tetapi manusia sendiri tidak dapat menanggung dosanya. Untuk itu, dikirimkan Yesus penanggung dan pengganti dosa kita sehingga Ia mendapatkan nama Juru Selamat dunia. Karena penyelamatan manusia dari dosanya, kita diapnggil untuk meneruskan keselamatan dan membangun hidup yang baru berdasarkan Anugerah keselamatan. Yesus tidak berada di dunia selamanya, tetapi Ia naik Kembali ke surga. Sebagai pengganti-Nya untuk menemani perjalanan hidup kita di dunia, Roh Kudus diutuskan sebagai Penolong atau Parakletos. Penolong ini, menurut Yohanes 16:14, merupakan penerus perkataan Yesus kepada kita sehingga setiap hal yang kita dapatkan dari Roh Kudus tidak akan pernah bertentangan dengan perkataan Yesus. Dengan adanya Roh Kudus, kita tidak hanya memiliki penolong untuk membangun kehidupan yang lebih optimis, tetapi juga dipanggil untuk menjadi seorang penolong untuk orang lain.

#liquor-cerebri #study

#liquor-cerebri #study