By Ling

Agama Menjamin Kebahagiaan: Catatan Mata Kuliah Agama (untranslated)

Agama merupakan usaha manusia untuk mencari Tuhan. Nama sebagai identitas utama agama bukan merupakan tujuan terbesar terciptanya agama yang berbeda-beda, tetapi perbedaan kepercayaan dan cara mengilhami Tuhan serta penamaan yang diasosiasi dengan kumpulan penganut kepercayaan tertentu kemudian berkembang menjadi nama agama tersebut.

Alasan terciptanya agama ialah karena adanya krisis baik secara kognitif, afektf, maupun motoris. Agama diadakan untuk mengatasi krisis ini secara kognitif dengan memberikan jawaban terhadap pertanyaan ‘siapa’ dan ‘apakah saya’, secara afektid dengan menjawab pertanyaan ‘sejauh mana’ pilihan hidup saya bertanggung jawab, dan motoris dengan memberikan arahan untuk menjalani derita hidup.

Agama terbentuk karena adanya penegasan suatu prinsip tertentu serta usaha untuk menjaga kelestarian dan meneruskan kebenaran prinsip hidup, pengaktualisasian rumusan prinsip serta dorongan berupa pengalaman krisis yang dialami, sedangkan perbedaan agama disebabkan oleh perbedaan pandangan dan persepsi megnenai Allah dalam diri manusia.

Yang diharapkan untuk diperoleh manusia dari agama ialah kebahagiaan lewat mengatasi krisis. Kebahagiaan ini dapat berupa kebahagiaan lahiriah, batiniah, duniawi, dan surgawi.

Dalam agama Kristen, kebahagiaan yang dijamin ialah sebagai berikut:

Dari Kejadian 1–2 terlihat bahwa Allah masih berkeinginan untuk berbicara dengan manusia karena belum ternodai. Tetapi dalam Kejadian 3, karena manusia jatuh ke dalam dosa lewat memakan buah terlarang, Allah mengutuk dan mengusir manusia keluar dari Taman Eden dan tidak lagi ingin menghadapi manusia karena adanya perbedaan dimana Allah Maha Kudus dan manusia berdosa, dan Allah tidak ingin kekudusan-Nya tercemar. Karena ini, terdapat usaha untuk mencari Allah karena manusia kehilangan-Nya. Selain itu, karena pada awalnya di Kejadian 2:7 dikatakan bahwa Allahlah yang mengembuskan napas kehidupan ke dalam mansuia, dengan terpisahnya manusia dari Allah, manusia jatuh ke dalam maut.

Namun, dikatakan dalam Kejadian 3:15 bahwa keturunan ‘engkau’ yang dalam hal ini dimaksud untuk iblis, dan keturunan perempuan yang dimaksud untuk Bunda Dara Maria yang melahirkan Yesus Kristus untuk mengalahkan iblis. Hal ini ditunjukkan dalam Yohanes 3:16 yang mengatakan bahwa Yesus memang dikirim ke dunia untuk menyelamatkan manusia karena begitu besar kasih Allah kepada dunia ini. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun kita mausia telah berdosa dan tidak dapat lagi berkomunikasi dengan Allah, Allah begitu mengasihi kita sehingga Ia mengirimkan satu-satu Anak-Nya untuk menanggung hukuman dosa kita sehingga kita dapat kembali suci dan menjalin hubungan dengan Allah. Selain itu, lewat penyaliban Yesus Kristus juga untuk menanggung hukuman kita, kita diselamatkan dari maut dan dikaruniakan hidup yang kekal, mengangkat dari Kejadian 2:7 tadi lewat hubungan kembali dengan Allah sehingga kita memeroleh napas kehidupan.

Yang dimaksud ileh hidup yang kekal ialah yang mengenal Allah. Menurut 1 Yohanes 5:12-13, yang percaya kepada Allah dan memiliki Anak akan memiliki hidup yang kekal. Anak di sini ialah Yesus. Wahyu 3:20 bermaksud bahwa yang mendegnarkan suara Yesus dan membuka pintu untuk-Nya, Yesus akan masuk dan kita mendapatkan-Nya, yang berarti dengan menerima Yesus, Ia akan hidup bersama kita. Dalam Yoahnes 10:27-29, kita tidak hanya menerima, tetapi dengan menerima, kita mengenal Yesus, dan sebalikya Yesus mengenal kita. Dengan mengenal Yesus, kita mendengarkan suara-Nya dalam hati dan menaati suara tersebut sebagai tanda bahwa kita memang mengenal dan mendengarkan Yesus karena Ia juga mengenal kita. Tidak hanya itu, kita juga akan dijaga dan dilindungi serta diberikan hidup yang kekal. Jaminan ini Yesus berani berikan karena Ia adalah Allah yang Maha Kuasa. Kisah Para Rasul 4:12 lebih lanjut menekankan bahwa sumber keselamatan ialah dari Yesus sendiri, dan untuk itu kita yang mengenal-Nya akan diselamatkan.

Sedangkan, perilaku orang yang bahagia dapat dirangkum dari Matius 5:1-12 yang terdiri dari:

Dengan itu, seorang yang sudah menerima dan diselamatkan Kristus akan menunjukkan sikap bahagia ini. Refleksi pribadi dapat dilakukan untuk memastikan bahwa kita sudah memang benar-benar bahagia dalam Kristus, atau kita dapat terus mengembangkan diri untuk berbahagia.

#liquor-cerebri #study

#liquor-cerebri #study